RBB 2021 Disyahkan

Bupati Tegal Hadiri RUPS Bank TGR

{"autoplay":"true","autoplay_speed":3000,"speed":300,"arrows":"true","dots":"true"}

PD BPR Bank Tegal Gotong Royong (TGR) Kabupaten Tegal melaksanakan kegiatan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang di hadiri langsung oleh Bupati Tegal Umi Azizah, selasa 8/12/20 di lantai 2 PD BPR Bank TGR Kabupaten Tegal.

Kegiatan tadi menghasilkan penetapan Ketua Dewan Pengawas, Anggota Dewan Pengawas dan Direktur umum yang membawahi fungsi kepatuhan dan sekaligus menetapkan Rencana Bisnis Bank (RBB) Bank TGR untuk tahun 2021, hal tersebut di sampaikan Bupati Tegal Umi Azizah seusai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

Dirinya berharap karena saat ini Bank TGR sudah sehat, waktu dirinya masuk kondisi Bank TGR belum sehat dan berharap dengan kegiatan ini untuk kedepannya bisa naik tangga dan bisa memberikan kontribusi yang lebih baik di bandingkan tahun 2020.

Sementara itu Direktur Utama PD BPR Bank Tegal Gotong Royong (TGR) Kabupaten Tegal Ahmad Efendi mengatakan untuk target sudah di sepakati akan di tingkatkan, saat ini sudah meningkat semoga tahun 2021 lebih meningkat lagi apalagi sekarang kepengurusan sudah lengkap komposisinya yaitu : 

1. Direktur Utama Ahmad Efendi

2. Direktur Umum Yang Membawahi Fungsi Kepatuhan Nurul Huda

3. Ketua Dewan Pengawas Moh. Soleh

4. Anggota Dewan Pengawas Teguh Purwito SE

Salah satu program baru di tahun 2021, PD BPR Bank Tegal Gotong Royong (TGR) akan meluncurkan program kerjasama dengan pemerintah daerah Kabupaten Tegal bernama KURDA Kredit Usaha Rakyat Daerah yang mana dengan bunga sangat ringan setara 0,268 % flat per bulan. Itu di peruntukan untuk usaha mikro di Kabupaten Tegal dengan total anggaran yang di sediakan kurang lebih 2,5 Milyar dan dengan maksimal pinjaman sebesar 25 jt, tutur Ahmad Efendi.

Program KURDA rencananya akan diluncurkan bulan Januari 2021 diharapkan akan membantu masyarakat terutama pelaku usaha mikro. 

“Program ini bisa diikuti warga Kabupaten Tegal, yang menjalankan usahanya di wilayah Kabupaten Tegal, dan masuk kreteria pelaku usaha mikro yakni dengan modal usaha tidak lebih dari 50 juta. Serta total omset per tahun tidak lebih dari 300 juta”,tandasnya.

“Dengan kemudahan ini, semoga masyarakat Kabupaten Tegal terutama Pelaku Usaha Mikro, para pedagang kaki lima, bisa terbantu di tengah pandemi ini.” imbuhnya.